Fenomena Subuh yang Hilang

Fenomena Subuh yang Hilang
Senin, 13 Juli 2020
Hari masih sangat gelap, tiba-tiba saja aku terbangun dengan keriuhan di luar sana. Terdengar suara anak-anak dan orang dewasa seperti ngobrol. Dengan sedikit mata mengantuk aku sibak tirai kamar, dan ternyata kerumunan anak-anak berseragam putih merah dan para orangtua yang sedang menunggu pintu gerbang dibuka. Kulihat pula ada saja orangtua yang naik tembok hanya untuk masuk ke halaman sekolah.

Tak lama, ada penjaga sekolah yang membuka pintu gerbang dan setiap kelas, yang pada saat itu para orangtua menyerbu setiap ruangan dengan mengambil bangku dan meja untuk anak mereka masing-masing, sampai ada anak yang terjepit, keinjek bangku atau meja, bahkan tidak jarang ribut antara orangtua siswa. Yaaa…hanya untuk mendapatkan kursi dan meja.

Begitulah kondisi sekolah di depan rumahku, yang setiap tahun tidak berubah. Namun ada yang aneh untuk pagi tadi, tak ada fenomena seperti tahun kemarin, tak ada lagi kerumunan anak dan orangtua di depan pintu gerbang, tak ada lagi orangtua yang naik tembok sekolah, dan tak ada lagi rebutan bangku dan meja antara orangtua. 

Semuanya nampak sepi, baru pada pukul 06.30 WIB mereka mulai berdatangan. Para siswa terlihat senang memakai baju kebanggaan mereka yang setelah hampir 5 bulan tak mereka sentuh atau pakai, Nampak jelas keceriaan murid baru kelas 1 dengan seragam baru dan tas baru berharap akan mendapat sesuatu di dalam kelas, berjumpa dengan teman dan guru baru. Tentunya masih ditemani dengan orangtua mereka.

Namun ternyata mereka hanya mendapat informasi untuk pembelajaran dirumah, terlihat wajah mereka sangat kecewa. Mereka tak dapat melihat bor dalam kelas, duduk di kelas, dan mendengar guru mereka menjelaskan dan mengabsen di kelas. Hanya 15 menit pertemuan mereka dan setelah itu mereka langsung kembali ke rumah dengan hampa. Sesampai di rumah, mereka membuka sepatu baru, tas baru dan seragam baru yang telah mereka persiapkan di jauh-jauh hari dan ternyata hanya 30 menit mereka menikmatinya.

Hilang semangat mereka dengan begitu saja, dengan pikiran polos mereka, mereka berfikir bagaimana kita belajar ? apakah akan selamanya seperti ini ? hmmm….mungkin mereka tak tahu, dunia sedang sakit parah, dunia sedang gonjang ganjing, dunia sepertinya lelah dengan orang-orang  pintar namun tak berakal, orang-orang kaya namun tak beradab. 

Yaaa..korona telah meluluhlantahkan dunia ini hanya dengan hitungan bulan, korona penyakit yang membingungkan dunia, korona yang mengajarkan kita apa artinya hidup, kebersihan, saling menjaga dan bersyukur. Sepertinya dunia belum juga sadar bahwa bumi ini sudah cukup tua dan berat menanggung segala yang ada dimuka bumi, tanpa kesadaran dan saling menjaga. 

Apa yang alam berikan adalah hasil dari apa yang kita tanam, maka jagalah dan sayangi bumi kita,

Salam penulis, salam literasi !!!

Open Comment
Close Comment

2 Komentar untuk "Fenomena Subuh yang Hilang"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel